Daur ulang sering dianggap puncak dari pengelolaan sampah. Padahal dalam ekonomi sirkular ia justru langkah terakhir sebelum menyerah.
Urutannya: menolak yang tidak perlu, mengurangi yang dipakai, memakai ulang selama mungkin, baru mendaur ulang sisanya.
Sebuah gelas yang dipakai ulang seratus kali menghemat jauh lebih banyak daripada seratus gelas sekali pakai yang semuanya berhasil didaur ulang.
Karena itu bank sampah dan UMKM daur ulang tidak berdiri sendiri. Keduanya menahan bahan tetap berputar di dalam ekonomi, bukan sekadar memindahkannya ke tempat lain.